Sektor makanan menghadapi tantangan yang signifikan - mulai dari rantai pasokan yang semakin kompleks dan meningkatnya ekspektasi konsumen hingga tekanan regulasi yang lebih ketat. Akibatnya, kebutuhan akan digitalisasi menjadi semakin mendesak.
Namun, meskipun digitalisasi menawarkan potensi untuk meningkatkan transparansi, mengurangi risiko, dan meningkatkan efisiensi, hal ini bukanlah solusi yang mudah atau cepat. Pergeseran ke arah alat bantu digital membutuhkan perencanaan yang matang, mengatasi resistensi terhadap perubahan, dan mengatasi hambatan yang dihadapi bisnis dalam mengintegrasikan teknologi ini secara efektif.
Seperti banyak sektor lainnya, sektor makanan juga mengeksplorasi kesiapannya untuk adopsi Kecerdasan Buatan (AI). Dengan munculnya solusi AI yang menjanjikan untuk lebih mengoptimalkan proses seperti manajemen risiko prediktif, pemantauan kualitas produk, dan bahkan kepatuhan terhadap keamanan pangan, industri ini sedang mengevaluasi seberapa siap mereka untuk menerapkan teknologi canggih tersebut. Banyak organisasi yang masih menavigasi kompleksitas pengumpulan data, memastikan keakuratan data, dan mengintegrasikan alat digital baru ke dalam sistem yang sudah ada tanpa membebani operasi atau staf. Bagi banyak bisnis, pertanyaannya bukan hanya tentang digitalisasi, tetapi juga tentang mengadopsi AI secara efektif - dapatkah mereka mempercayai alat ini untuk memberikan wawasan yang diperlukan untuk meningkatkan sistem mereka dan mengurangi risiko?
Para ahli, Kimberly Coffin, Direktur Teknis Global Jaminan Rantai Pasokan di LRQA, Bizhan Pourkomailian, Direktur Global Keamanan Pangan, Restoran, dan Distribusi di McDonalds, dan Melody Ge, Direktur Senior Operasi Keamanan dan Kualitas Pangan di Treehouse Foods, memimpin pembicaraan seputar transformasi digital di sektor makanan. Wawasan mereka menyoroti pengakuan yang berkembang bahwa digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan mitigasi risiko, transparansi, dan efisiensi di seluruh rantai pasokan. Namun, pergeseran ini masih jauh dari mulus dan perlu mengatasi tantangan yang signifikan untuk mencapai dampak yang nyata.
Whitepaper ini membahas bagaimana industri makanan, melalui wawasan para pemimpin seperti Kimberly, Bizhan, dan Melody, memanfaatkan perangkat digital untuk mendorong keamanan pangan dan manajemen risiko rantai pasokan.
Pertanyaannya bukan lagi “Mengapa melakukan digitalisasi?” melainkan, “Apakah Anda mampu untuk tidak melakukannya?”
Unduh whitepaper ini ke:
-
Dapatkan wawasan pasar dari bisnis makanan global mengenai perjalanan, prioritas, dan tantangan transformasi digital mereka
-
Pelajari bagaimana merek-merek terkemuka menggunakan digitalisasi untuk mendorong efisiensi, kepatuhan, dan kepercayaan konsumen
-
Memahami peran AI dalam manajemen risiko prediktif dan di mana bisnis Anda harus memulai
-
Jelajahi bagaimana LRQA mendukung organisasi dengan intelijen risiko berbasis data, alat bantu digital, dan visibilitas rantai pasokan
Unduh whitepaper ini sekarang dan cari tahu bagaimana organisasi Anda dapat mengambil langkah selanjutnya menuju sistem pangan yang lebih cerdas, lebih aman, dan lebih tangguh.